www.mariosatrio.com

Mengapa belum berhenti beli bajakan…?

by Mario on Aug.09, 2009, under Nusa Sukma

Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang barang bajakan dengan judul “Berpikirlah Sekali Lagi”. Pada tulisan itu saya mengungkapkan kegundahan hati saya tentang barang bajakan, terutama yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari contohnya dvd dan cd bajakan yang sering kita jumpai di mana-mana. Saya meminta beberapa teman untuk membaca tulisan saya itu dan saya mengamati reaksi mereka satu per satu. Menarik memang mendengar dan mengamati reaksi mereka dan saya mencoba memahami perspektif mereka terhadap apa yang saya tulis. Ada yang hanya tersenyum dan tidak berkomentar, ada yang bilang : bagus!; dan ada  yang mendiskusikannya dengan saya. Saya sempat terharu ketika itu ada seorang teman yang dengan tanpa paksaan akhirnya berhenti membeli dvd bajakan setelah membaca tulisan saya, saya lega. Bukan karena merasa hebat, hanya terharu karena saya jadi merasa tidak sendirian.

Kali ini, saya ingin menulis kembali tentang itu, tentang barang bajakan. Saya baru saja kemarin dari ITC Kuningan dan hari ini ITC Fatmawati karena ada yang sedang saya cari. Kesempatan itu saya pergunakan juga untuk mengamati perkembangan ‘dunia barang bajakan’ di kedua tempat itu. Ternyata memang belum banyak berubah. Masih banyak saja mereka yang dengan serius memilih-milih dvd film terbaru dan cd musik yang mereka ingin koleksi. Dari bapak-bapak yang bawa anaknya, mbak-mbak, ABG, wajah-wajah yang pantas untuk jadi mahasiswa, pokoknya hampir semua kalangan. Saya masih dapat melihat bahwa mencari dvd bajakan menjadi sebuah kegiatan rekreasi yang (mungkin) menjadi kebiasaan setiap week end bagi beberapa orang.

Jika pada tulisan terdahulu saya mengulasnya dari sisi yang mungkin cenderung religius, maka kali ini saya hanya ingin mengulas ketakutan saya. Mengapa dvd bajakan itu tetap ada dan terus ada dan mungkin making bertambah jumlahnya? Jawabannya anda pasti tahu, ya, karena ada demand. Ada yang secara kontinyu membelinya. Bisnis ini menjadi bisnis yang tak pernah mati karena supply hanya akan tetap hidup jika (1) demand tetap tinggi dan (2) tidak ada gangguan supply. Kedua supporting points itu saya amati memang tetap ada sehingga tidak heran bahwa bisnis ini tetap hidup. Saya takut bahwa semakin hari, masyarakat semakin permissive (makin setuju) bahwa adanya barang bajakan adalah hal yang lumrah dan wajar. Saya takut bahwa masyarakat memandang ini sebagai sebuah escape window dari masalah ekonomi. Saya takut bahwa membeli barang bajakan akan di-amin-i sebagai sebuah langkah berhemat. Dan jika seorang ayah membawa anaknya yang masih kecil membeli dvd bajakan misalnya, dan ketiika ditanya ‘kenapa membeli di sini?’ dan sang ayah menjawab : di sini lebih murah, apa yang akan terjadi nantinya? Sang anak akan menyimpulkan bahwa tidak ada tempat lain untuk membeli dvd selain di tempat itu.

Karena bisnis bajakan dilihat sebagai bisnis yang menguntungkan dan dianggap tak pernah mati, maka ’supply’ akan terus menjamur. Saya yakin akan makin banyak orang yang terjun ke bisnis ini di hari-hari mendatang. Apalagi, jika saya lihat bisnis ini meskipun ‘dilarang’ tapi seolah tak tersentuh oleh ‘hukum’ karena sekarang berjualan barang bajakan makin terang-terangan dan makin mudah dijumpai di mana-mana. Hal ini juga membuktikan bahwa hukum juga makin permissive dengan bisnis ini. Sesekali memang ada razia terlihat di televisi, tapi sesudah itu ada dan ada lagi.

Sampai di paragraf ini, apa yang anda rasakan? Apakah anda merasakan apa yang saya rasakan? Apakah anda merasakan ‘kengerian’ saya melihat dan mengamati ini semua? Membeli dvd bajakan adalah sebuah kegiatan kecil sehari-hari yang mungkin bagi sebagian dari kita hampir tidak berarti. Namun, menurut saya, kegiatan kecil ini  sangat berpotensi menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan dengan mudah menjadi sesuatu analogi di dalam otak ini yang jika dipanggil akan langsung menjawab dengan cepat : dvd = bajakan. Jika ketakutan saya ini bukan angan-angan saya saja alias menjadi kenyataan, maka kegiatan kolektif ini menjadi representasi dari presepsi bangsa terhadap ‘penghargaan atas hak’ orang lain.Apakah ketakutan saya berlebihan? Menurut saya tidak.

Dalam perspektif kebangsaan, tentunya semua orang setuju bahwa kita ingin menjadi bangsa besar yang dihormati negara lain. Semua orang menjadi terusik ketika ada bangsa lain yang mencoba merendahkan bangsa kita. Tapi, dari apa yang saya sampaikan tadi, apakah anda melihat ‘future’ bangsa kita? Akankah kita mampu membangun pilar kebangsaan yang kokoh di mata bangsa lain jika membangun pilar diri sendiri yang bertumpu pada integritas saja kita tidak mampu? Integritas adalah sebuah pilihan yang mendasarkan pada kejujuran dan kesetiaan pada kebenaran yang terwujud pada pola pikir dan perilaku. Tidakkah kita malu bahwa negara kita ini di’cap’ sebagai ’surga pembajakan’? Apakah kita bisa membela diri jika direndahkan bangsa lain karena perilaku kita yang tidak bisa menghargai hak orang lain? Sebuah bangsa dibangun oleh karakter manusianya dan karakter dibangun dari pola pikir dan perilaku manusia itu. Hanya pola pikir dan perilaku yang berintegritas yang mampu menjadi tonggak kokoh bagi keberlangsungan suatu bangsa.

Meski rasanya kegelisahan saya belum sepenuhnya tercurah di tulisan ini, namun saya kira tulisan saya cukup sampai di sini. Saya berharap tulisan saya ada artinya bagi siapa saja yang membacanya. Semoga ketakutan dan kegelisahan saya menjadi ketakutan dan kegelisahan anda juga. Makin banyak orang yang gelisah dengan keadaan ini berarti makin dekat pula dengan perubahan, perubahan yang mampu membawa bangsa kita menjadi bangsa yang bermartabat. Semoga pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini hanya tertuju pada mereka dan bukan anda.


4 Comments for this entry

Leave a Reply

Cheap Retro Replica NFL NBA MLB Throwback Football Basketball Jerseys | hp printer ink cartridges refills| Jewelry Making Supplies | Thumb Joint Pain | Dog Health Problems |Tinkerbell Personal Checks |Garden Planters

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Archives

All entries, chronologically...