www.mariosatrio.com

Indonesiaku makin menguat!!

by Mario on Aug.29, 2009, under Nusa Indonesia

Hari iniĀ  29 Agustus 2009, 20.35 WIB

Teman-teman tentunya mengikuti perkembangan terakhir tentang negara kita tercinta ini yang makin hari makin banyak menrima cobaan. Cobaan yang mendera harkat, martabat dan harga diri bangsa, khususnya dengan negara tetangga terdekat kita Malaysia. Deraan bertubi-tubi memang terasa tak pernah henti selama beberapa tahun terakhir. Masih ingat tentunya kita tentang peristiwa-peristiwa mengiris hati yang terjadi pada para TKI kita, penganiayaan seoarang wasit oleh polisi Malaysia, hilangnya Pulau Simpadan dan Ligitan, blok Ambalat, kapal-kapal Diraja Malaysia yang memasuki wilayah RI, patok-patok perbatasan di Entikong Kalimantan yang dimajukan hingga 20 meter, klaim atas lagu Rasa Sayang’he’, klaim atas batik, diakuinya Reog sebagai “Barongan’ miliknya, wayang kulit, dan yang paling ‘gress’ adalah dimasukkannya Tari Pendet dalam promosi “Enigmatik Malaysia” di Discovery Channel. Yang paling mungkin ‘menggeramkan’ adalah dilecehkannya Lagu Indonesia Raya oleh seseorang dengan bahasa dialek Malaysia di internet.

Saya mengikuti berbagai berita tersebut dan mencoba mengamati masing-masing peristiwa agr saya tidak salah presepsi atau salah paham dengan apa yang terjadi agar saya juga tidak salah bereaksi melihat ini semua. Seperti biasa kemudian saya mulai menelusuri rangkaian peristiwa ini dan mencari makna dari semuanya ini. Kita memang dengan mudah emosi dan langsung menghujat ‘teman’ kita ini, itu bisa kita lakukan. Namun alangkah lebih baik pula jika kita juga melihat ini semua secara lebih dalam dan mengangkat esensi yang terkandung di dalam peristiwa-peristiwa ini agar kita mampu menjadi pribadi, warga negara yang bermartabat dan tidak menjadi rendah seperti ‘teman’ kita tadi.

Satu kata yang terlintas dalam pikiran saya, yang mungkin menjadi benang merah dari peristiwa-peristiwa yang tragis itu adalah : VALUE. Value atau nilai. Kita terusik, geram, marah, menghujat, tidak terima dan segala macam reaksi emosional kita itu terjadi atau muncul karena ‘teman’ kita telah mengusik ‘nilai’ atau value dari Bangsa Indonesia. Mereka dengan sengaja dan terang-terangan telah merobek-robek bangsa ini seolah bangsa ini tidak ada nilainya lagi. Mereka tidak menghargai nilai kebangsaan yang dimiliki oleh setiap individu Bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang telah mereka injak-injak adalah nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kesopanan, nilai-nilai budaya bangsa, nilai-nilai kedaulatan sebuah negara besar dan nilai-nilai martabat manusia sebagai warga sebuah negara yang beradab.

Terus bagaimana? What next?

Saya teringat ketika saya mengikuti sebuah training tentang pengembangan pribadi yang saya ikuti sekitar 5-6 tahun yang lalu. Sang trainer mengambil uang 50 ribu rupiah, kemudian menanyakan nilainya kepada audience, ya nilainya 50 ribu. Dia kemudian meremas-remas uang itu dan menanyakan kembali nilainya kepada audience dan dijawab lagi : tetap 50 ribu. Kemudian dengan sekuat tenaga dia injak-injak uang itu dan mengambilnya kembali. Sekali lagi dia bertanya : berapa nilainya? Kita semua menjawab : 50 ribu. Dari contoh sederhana itu saya ingin menyampaikan kepada anda, Warga Negara Indonesia, bahwa meskipun kita telah diinjak-injak oleh negara tetangga atau oleh siapapun, kita harus tetaplah sadar bahwa NILAI kita tidak akan pernah berubah. Value kita sebagai bangsa yang besar, bermartabat dan berdaulat tidak secuil pun berkurang hanya karena ocehan atau hinaan orang lain. Kesadaran inilah yang harus tetap tertanam di jantung sanubari setiap individu warga bangsa ini.

Lalu apakah kita hanya akan diam, tentunya TIDAK. Langkah-langkah protes harus tetap disuarakan ke seluruh penjuru dunia dengan tetap mempertahankan nilai-nilai karakter Bangsa Indonesia yang bermartabat. Jangan sampai langkah-langkah kita menjadi ‘pe-rendah-an’ atas nilai-nilai kebangsaan yang adi luhung ang telah kita pegang teguh selama ini. Jangan sampai kita hanya membalas apa yang mereka lakukan dengan cara-cara yang sama yang membuat kita setaraf dengan ‘teman’ kita ini. Tunjukkan kepada dunia, bahwa kita ini adalah batu karang yang menjulang kuat yang tidak akan pernah tergoyahkan oleh suara katak di pinggir pantai yang tak punya kekuatan apa-apa.

Saya yakin, dengan segala peristiwa yang terjadi ini, Bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang lemah, tapi bagaikan besi yang sedang ditempa, bangsa ini akan menjadi bangsa yang semakin kokoh kuat di percaturan bangsa-bangsa di dunia. Saya sangat yakin akan hal ini.

Tetaplah bersatu, MERDEKA !!


Leave a Reply

Cheap Retro Replica NFL NBA MLB Throwback Football Basketball Jerseys | hp printer ink cartridges refills| Jewelry Making Supplies | Thumb Joint Pain | Dog Health Problems |Tinkerbell Personal Checks |Garden Planters

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Archives

All entries, chronologically...