<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.mariosatrio.com</title>
	<atom:link href="http://mariosatrio.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mariosatrio.com</link>
	<description>Cinta Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2009 14:09:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Indonesiaku makin menguat!!</title>
		<link>http://mariosatrio.com/indonesiaku-makin-menguat/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/indonesiaku-makin-menguat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 14:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini  29 Agustus 2009, 20.35 WIB
Teman-teman tentunya mengikuti perkembangan terakhir tentang negara kita tercinta ini yang makin hari makin banyak menrima cobaan. Cobaan yang mendera harkat, martabat dan harga diri bangsa, khususnya dengan negara tetangga terdekat kita Malaysia. Deraan bertubi-tubi memang terasa tak pernah henti selama beberapa tahun terakhir. Masih ingat tentunya kita tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini  29 Agustus 2009, 20.35 WIB</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman tentunya mengikuti perkembangan terakhir tentang negara kita tercinta ini yang makin hari makin banyak menrima cobaan. Cobaan yang mendera harkat, martabat dan harga diri bangsa, khususnya dengan negara tetangga terdekat kita Malaysia. Deraan bertubi-tubi memang terasa tak pernah henti selama beberapa tahun terakhir. Masih ingat tentunya kita tentang peristiwa-peristiwa mengiris hati yang terjadi pada para TKI kita, penganiayaan seoarang wasit oleh polisi Malaysia, hilangnya Pulau Simpadan dan Ligitan, blok Ambalat, kapal-kapal Diraja Malaysia yang memasuki wilayah RI, patok-patok perbatasan di Entikong Kalimantan yang dimajukan hingga 20 meter, klaim atas lagu Rasa Sayang&#8217;he&#8217;, klaim atas batik, diakuinya Reog sebagai &#8220;Barongan&#8217; miliknya, wayang kulit, dan yang paling &#8216;gress&#8217; adalah dimasukkannya Tari Pendet dalam promosi &#8220;Enigmatik Malaysia&#8221; di Discovery Channel. Yang paling mungkin &#8216;menggeramkan&#8217; adalah dilecehkannya Lagu Indonesia Raya oleh seseorang dengan bahasa dialek Malaysia di internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengikuti berbagai berita tersebut dan mencoba mengamati masing-masing peristiwa agr saya tidak salah presepsi atau salah paham dengan apa yang terjadi agar saya juga tidak salah bereaksi melihat ini semua. Seperti biasa kemudian saya mulai menelusuri rangkaian peristiwa ini dan mencari makna dari semuanya ini. Kita memang dengan mudah emosi dan langsung menghujat &#8216;teman&#8217; kita ini, itu bisa kita lakukan. Namun alangkah lebih baik pula jika kita juga melihat ini semua secara lebih dalam dan mengangkat esensi yang terkandung di dalam peristiwa-peristiwa ini agar kita mampu menjadi pribadi, warga negara yang bermartabat dan tidak menjadi rendah seperti &#8216;teman&#8217; kita tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu kata yang terlintas dalam pikiran saya, yang mungkin menjadi benang merah dari peristiwa-peristiwa yang tragis itu adalah : VALUE. Value atau nilai. Kita terusik, geram, marah, menghujat, tidak terima dan segala macam reaksi emosional kita itu terjadi atau muncul karena &#8216;teman&#8217; kita telah mengusik &#8216;nilai&#8217; atau value dari Bangsa Indonesia. Mereka dengan sengaja dan terang-terangan telah merobek-robek bangsa ini seolah bangsa ini tidak ada nilainya lagi. Mereka tidak menghargai nilai kebangsaan yang dimiliki oleh setiap individu Bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang telah mereka injak-injak adalah nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kesopanan, nilai-nilai budaya bangsa, nilai-nilai kedaulatan sebuah negara besar dan nilai-nilai martabat manusia sebagai warga sebuah negara yang beradab.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus bagaimana? What next?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya teringat ketika saya mengikuti sebuah training tentang pengembangan pribadi yang saya ikuti sekitar 5-6 tahun yang lalu. Sang trainer mengambil uang 50 ribu rupiah, kemudian menanyakan nilainya kepada audience, ya nilainya 50 ribu. Dia kemudian meremas-remas uang itu dan menanyakan kembali nilainya kepada audience dan dijawab lagi : tetap 50 ribu. Kemudian dengan sekuat tenaga dia injak-injak uang itu dan mengambilnya kembali. Sekali lagi dia bertanya : berapa nilainya? Kita semua menjawab : 50 ribu. Dari contoh sederhana itu saya ingin menyampaikan kepada anda, Warga Negara Indonesia, bahwa meskipun kita telah diinjak-injak oleh negara tetangga atau oleh siapapun, kita harus tetaplah sadar bahwa NILAI kita tidak akan pernah berubah. Value kita sebagai bangsa yang besar, bermartabat dan berdaulat tidak secuil pun berkurang hanya karena ocehan atau hinaan orang lain. Kesadaran inilah yang harus tetap tertanam di jantung sanubari setiap individu warga bangsa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apakah kita hanya akan diam, tentunya TIDAK. Langkah-langkah protes harus tetap disuarakan ke seluruh penjuru dunia dengan tetap mempertahankan nilai-nilai karakter Bangsa Indonesia yang bermartabat. Jangan sampai langkah-langkah kita menjadi &#8216;pe-rendah-an&#8217; atas nilai-nilai kebangsaan yang adi luhung ang telah kita pegang teguh selama ini. Jangan sampai kita hanya membalas apa yang mereka lakukan dengan cara-cara yang sama yang membuat kita setaraf dengan &#8216;teman&#8217; kita ini. Tunjukkan kepada dunia, bahwa kita ini adalah batu karang yang menjulang kuat yang tidak akan pernah tergoyahkan oleh suara katak di pinggir pantai yang tak punya kekuatan apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya yakin, dengan segala peristiwa yang terjadi ini, Bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang lemah, tapi bagaikan besi yang sedang ditempa, bangsa ini akan menjadi bangsa yang semakin kokoh kuat di percaturan bangsa-bangsa di dunia. Saya sangat yakin akan hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetaplah bersatu, MERDEKA !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/indonesiaku-makin-menguat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Soerjodarmodjo?</title>
		<link>http://mariosatrio.com/siapa-soerjodarmodjo/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/siapa-soerjodarmodjo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 13:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Komunika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya teman-teman akan bertanya siapakah Soerjodarmodjo hingga saya dengan bangga menambahkan nama itu pada nama saya. Untuk itu saya akan sedikit bercerita tentang seseorang bernama Soerjodarmodjo itu.
Soerjodarmodjo sebetulnya adalah nama yang saya ambil dari nama kakek saya dari garis ibu yaitu RMNg. Darwanto Soerjodarmodjo. Eyang Darwanto ini adalah putra dari BRM. Soerjodarmodjo (nama kecilnya BRM. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tentunya teman-teman akan bertanya siapakah Soerjodarmodjo hingga saya dengan bangga menambahkan nama itu pada nama saya. Untuk itu saya akan sedikit bercerita tentang seseorang bernama Soerjodarmodjo itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Soerjodarmodjo sebetulnya adalah nama yang saya ambil dari nama kakek saya dari garis ibu yaitu RMNg. Darwanto Soerjodarmodjo. Eyang Darwanto ini adalah putra dari BRM. Soerjodarmodjo (nama kecilnya BRM. Sumbodo) salah satu putra dari KGPAA. Mangkoenagoro III, seorang adipati yang beristana di Pura Mangkoenagaran di bawah kekuasaan Kraton Surakarta Hadiningrat.</p>
<p style="text-align: justify;">Eyang Darwanto memiliki 7 putra putri dan salah satunya adalah ibu saya, RAy. Hariatni Siti Ruwianti. Yang menjadikannya spesial bagi saya adalah bahwa ibu saya adalah anak ke-enam, sedangkan saya juga adalah anak ke-enam dari ibu saya, hal ini sangat unik bagi saya sehingga kemudian saya memilih untuk meneruskan nama Soerjodarmodjo (biasanya klan di Jawa mengikuti garis ayah).</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sangat nge-fans dengan nama Soerjodamodjo salah satunya juga karena makna dari nama itu. Soerjo = surya = matahari dan darmodjo = putra atau anak. Soerjodarmodjo berarti juga putra sang surya, sungguh makna yang sangat kuat dan berarti bagi saya. Dengan menambahkan Soerjodarmodjo pada nama belakang saya, saya seolah menerima tambahan kekuatan dari leluhur, bukan secara mistik, namun secara psikologis. Menambahkan nama Soerjodarmodjo juga berarti bahwa saya ingin membesarkan nama keluarga di masa datang dalam bentuk apapun nanti yang sesuai dengan kemampuan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian penjelasan saya tentang siapa dibalik nama Soerjodarmodjo yang begitu saya hormati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/siapa-soerjodarmodjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecel Jawa Timuran&#8230;</title>
		<link>http://mariosatrio.com/pecel-jawa-timuran/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/pecel-jawa-timuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 08:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Hidangan pecel tidak pernah lepas dari kekhasan makanan Jawa yang tersebar dari barat ke timur. Basicly, pecel adalah sajian sayur yang bercampur dengan bumbu atau sambal, dan sambalnya biasanya adalah sambal kacang. Seiring &#8216;evolusi&#8217;nya pecel menyebar ke berbagai tempat di Jawa dan hadir dalam beberapa model sajian. Di Solo ada pecel biasa dan ada pecel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidangan pecel tidak pernah lepas dari kekhasan makanan Jawa yang tersebar dari barat ke timur. Basicly, pecel adalah sajian sayur yang bercampur dengan bumbu atau sambal, dan sambalnya biasanya adalah sambal kacang. Seiring &#8216;evolusi&#8217;nya pecel menyebar ke berbagai tempat di Jawa dan hadir dalam beberapa model sajian. Di Solo ada pecel biasa dan ada pecel &#8216;ndeso&#8217; (desa). Pecel biasa dengan bumbu kacang dan pecel ndeso dengan bumbu dari wijen. Ke arah barat ada pecel di purwokerto yang dimakan dengan semacam sumpit. Di madiun kita mengenal Pecel Madiun yang cenderung pedas, disajikan dengan kelapa sangrai dan rempeyek kacang.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jakarta, pecel mengalami modifikasi juga. Ada yang menyajikan pecel dengan sayur bayam dan potongan labu siam (mirip gado-gado). Lalu di mana kita bisa menikmati pecel yang sedikit lebih &#8216;njawani&#8217;?</p>
<p style="text-align: justify;">Di daerah Cikajang Jakarta Selatan, ada sebuah warung yang menyajikan hidangan khas Jawa, tepatnya Jawa Timur, namanya Depot Malang. Di depot ini kita bisa memilih berbagai menu Jawa Timur dengan cita rasa yang kurang lebih masih asli dan belum menjadi &#8217;selera&#8221; Jakarta. Ada, rawon, opor, gudeg dan yang paling penting, ada pecel!!. Ya, pagi itu saya ingin makan sarapan dengan pecel dan Depot Malang cikajang adalah referensi terdekat dari rumah saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di Cikajang, seperti biasa saya langsung memesan pecel, telur ceplok dan ayam goreng. Ketika sepiring pecel sudah hadir di hadapan saya, segera saya mengambil blackberry saya dan langsung mem-fotonya. Ini hasilnya :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-211" title="Pecel Dept Malang Cikajang" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/08/Pecel-Dept-Malang-Cikajang.jpg" alt="Pecel Dept Malang Cikajang" width="423" height="317" />Sajian dan &#8216;ornamen&#8217;nya seperti Pecel Madiun namun sedikit berbeda. Selain daun bayam dan kacang panjang yang sudah dibubuhi bumbu (sambal kacang), tauge disajikan terpisah, berbeda dengan Pecel Solo yang dicampur. Selain itu keripik kacang (rempeyek kacang) yang menemaninya mengingatkan saya pada Pecel Madiun, tapi yang membuat berbeda adalah adanya telur pindang bumbu kuning (seperti telur bumbu rujak) yang menemani pecel ini. Saya lalu menikmatinya dengan ayam goreng (ayam kampung) yang gurih dan empuk, sungguh sarapan pagi yang nikmat. Bumbunya tidak begitu pedas, mungkin kurang pedas bagi mereka yang suka pedas, dan cenderung manis, makin terasa Jawa  (Jawa Tengah maksudnya) yang memang terkenal identik dengan hidangan manis. Jadi meski &#8216;judulnya&#8217; Depot Malang yang notabene Jawa Timur, rasanya lebih dekat dengan pecel Jawa alias Jawa Tengah hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Depot Malang bisa menjadi referensi bagi anda yang mencari makanan alternatif di akhir minggu. Mereka buka di pagi hari, jadi pas bagi anda yang ingin sarapan. Soal harga, tidaklah mahal. Jika anda berdua makan pecel disertai ayam goreng dan tempe, anda tidak akan menghabiskan lebih dari Rp. 60 ribu, tidak malah bukan? Jika anda tidak punya teman, just call, saya dengan senang hati akan menemani. Makan yuk !!</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/pecel-jawa-timuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa belum berhenti beli bajakan&#8230;?</title>
		<link>http://mariosatrio.com/mengapa-belum-berhenti-beli-bajakan/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/mengapa-belum-berhenti-beli-bajakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 11:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Sukma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang barang bajakan dengan judul &#8220;Berpikirlah Sekali Lagi&#8221;. Pada tulisan itu saya mengungkapkan kegundahan hati saya tentang barang bajakan, terutama yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari contohnya dvd dan cd bajakan yang sering kita jumpai di mana-mana. Saya meminta beberapa teman untuk membaca tulisan saya itu dan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang barang bajakan dengan judul &#8220;Berpikirlah Sekali Lagi&#8221;. Pada tulisan itu saya mengungkapkan kegundahan hati saya tentang barang bajakan, terutama yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari contohnya dvd dan cd bajakan yang sering kita jumpai di mana-mana. Saya meminta beberapa teman untuk membaca tulisan saya itu dan saya mengamati reaksi mereka satu per satu. Menarik memang mendengar dan mengamati reaksi mereka dan saya mencoba memahami perspektif mereka terhadap apa yang saya tulis. Ada yang hanya tersenyum dan tidak berkomentar, ada yang bilang : bagus!; dan ada  yang mendiskusikannya dengan saya. Saya sempat terharu ketika itu ada seorang teman yang dengan tanpa paksaan akhirnya berhenti membeli dvd bajakan setelah membaca tulisan saya, saya lega. Bukan karena merasa hebat, hanya terharu karena saya jadi merasa tidak sendirian.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini, saya ingin menulis kembali tentang itu, tentang barang bajakan. Saya baru saja kemarin dari ITC Kuningan dan hari ini ITC Fatmawati karena ada yang sedang saya cari. Kesempatan itu saya pergunakan juga untuk mengamati perkembangan &#8216;dunia barang bajakan&#8217; di kedua tempat itu. Ternyata memang belum banyak berubah. Masih banyak saja mereka yang dengan serius memilih-milih dvd film terbaru dan cd musik yang mereka ingin koleksi. Dari bapak-bapak yang bawa anaknya, mbak-mbak, ABG, wajah-wajah yang pantas untuk jadi mahasiswa, pokoknya hampir semua kalangan. Saya masih dapat melihat bahwa mencari dvd bajakan menjadi sebuah kegiatan rekreasi yang (mungkin) menjadi kebiasaan setiap week end bagi beberapa orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika pada tulisan terdahulu saya mengulasnya dari sisi yang mungkin cenderung religius, maka kali ini saya hanya ingin mengulas ketakutan saya. Mengapa dvd bajakan itu tetap ada dan terus ada dan mungkin making bertambah jumlahnya? Jawabannya anda pasti tahu, ya, karena ada demand. Ada yang secara kontinyu membelinya. Bisnis ini menjadi bisnis yang tak pernah mati karena supply hanya akan tetap hidup jika (1) demand tetap tinggi dan (2) tidak ada gangguan supply. Kedua supporting points itu saya amati memang tetap ada sehingga tidak heran bahwa bisnis ini tetap hidup. Saya takut bahwa semakin hari, masyarakat semakin <em>permissive</em> (makin setuju) bahwa adanya barang bajakan adalah hal yang lumrah dan wajar. Saya takut bahwa masyarakat memandang ini sebagai sebuah escape window dari masalah ekonomi. Saya takut bahwa membeli barang bajakan akan di-amin-i sebagai sebuah langkah berhemat. Dan jika seorang ayah membawa anaknya yang masih kecil membeli dvd bajakan misalnya, dan ketiika ditanya &#8216;kenapa membeli di sini?&#8217; dan sang ayah menjawab : di sini lebih murah, apa yang akan terjadi nantinya? Sang anak akan menyimpulkan bahwa tidak ada tempat lain untuk membeli dvd selain di tempat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena bisnis bajakan dilihat sebagai bisnis yang menguntungkan dan dianggap tak pernah mati, maka &#8217;supply&#8217; akan terus menjamur. Saya yakin akan makin banyak orang yang terjun ke bisnis ini di hari-hari mendatang. Apalagi, jika saya lihat bisnis ini meskipun &#8216;dilarang&#8217; tapi seolah tak tersentuh oleh &#8216;hukum&#8217; karena sekarang berjualan barang bajakan makin terang-terangan dan makin mudah dijumpai di mana-mana. Hal ini juga membuktikan bahwa hukum juga makin permissive dengan bisnis ini. Sesekali memang ada razia terlihat di televisi, tapi sesudah itu ada dan ada lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di paragraf ini, apa yang anda rasakan? Apakah anda merasakan apa yang saya rasakan? Apakah anda merasakan &#8216;kengerian&#8217; saya melihat dan mengamati ini semua? Membeli dvd bajakan adalah sebuah kegiatan kecil sehari-hari yang mungkin bagi sebagian dari kita hampir tidak berarti. Namun, menurut saya, kegiatan kecil ini  sangat berpotensi menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan dengan mudah menjadi sesuatu analogi di dalam otak ini yang jika dipanggil akan langsung menjawab dengan cepat : dvd = bajakan. Jika ketakutan saya ini bukan angan-angan saya saja alias menjadi kenyataan, maka kegiatan kolektif ini menjadi representasi dari presepsi bangsa terhadap &#8216;penghargaan atas hak&#8217; orang lain.Apakah ketakutan saya berlebihan? Menurut saya tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perspektif kebangsaan, tentunya semua orang setuju bahwa kita ingin menjadi bangsa besar yang dihormati negara lain. Semua orang menjadi terusik ketika ada bangsa lain yang mencoba merendahkan bangsa kita. Tapi, dari apa yang saya sampaikan tadi, apakah anda melihat &#8216;future&#8217; bangsa kita? Akankah kita mampu membangun pilar kebangsaan yang kokoh di mata bangsa lain jika membangun pilar diri sendiri yang bertumpu pada integritas saja kita tidak mampu? Integritas adalah sebuah pilihan yang mendasarkan pada kejujuran dan kesetiaan pada kebenaran yang terwujud pada pola pikir dan perilaku. Tidakkah kita malu bahwa negara kita ini di&#8217;cap&#8217; sebagai &#8217;surga pembajakan&#8217;? Apakah kita bisa membela diri jika direndahkan bangsa lain karena perilaku kita yang tidak bisa menghargai hak orang lain? Sebuah bangsa dibangun oleh karakter manusianya dan karakter dibangun dari pola pikir dan perilaku manusia itu. Hanya pola pikir dan perilaku yang berintegritas yang mampu menjadi tonggak kokoh bagi keberlangsungan suatu bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski rasanya kegelisahan saya belum sepenuhnya tercurah di tulisan ini, namun saya kira tulisan saya cukup sampai di sini. Saya berharap tulisan saya ada artinya bagi siapa saja yang membacanya. Semoga ketakutan dan kegelisahan saya menjadi ketakutan dan kegelisahan anda juga. Makin banyak orang yang gelisah dengan keadaan ini berarti makin dekat pula dengan perubahan, perubahan yang mampu membawa bangsa kita menjadi bangsa yang bermartabat. Semoga pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini hanya tertuju pada mereka dan bukan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/mengapa-belum-berhenti-beli-bajakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buat Pecinta Pancake&#8230;</title>
		<link>http://mariosatrio.com/buat-pecinta-pancake/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/buat-pecinta-pancake/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 16:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Sejauh yang saya tahu, pancake adalah western style breakfast, alias makanan untuk sarapan (karena saaya tidak pernah melihat pancake dimakan malam hari di film-film). Biasanya disajikan plain, dengan mentega dan mapple syrup atau madu. Di Indonesia, sekitar Tahun 2007, ada yang membuka restaurant khusus pancake di Permata Hijau. Dia mengkhususkan dirinya untuk menyajikan pancake dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sejauh yang saya tahu, pancake adalah western style breakfast, alias makanan untuk sarapan (karena saaya tidak pernah melihat pancake dimakan malam hari di film-film). Biasanya disajikan plain, dengan mentega dan mapple syrup atau madu. Di Indonesia, sekitar Tahun 2007, ada yang membuka restaurant khusus pancake di Permata Hijau. Dia mengkhususkan dirinya untuk menyajikan pancake dalam berbagai bentuk sajian dan ternyata direspons sangat baik oleh lidah orang-orang Jakarta sehingga berkembang pesat dan membuka gerai-gerai berikutnya. Ya, yang saya maksud adalah Pancious.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian, di Bulan Oktober 2008, seseorang asal negeri seberang mencoba memberi alternatif bagi pecinta pancake di Indonesia dengan membuka restaurant khusus pancake juga. Pan-O namanya. Pertama dibuka di FX Sudirman dan yang kedua ada di Pacific Place SCBD. Dengan kreativitasnya, Pan-O juga menghadirkan berbagai alternatif pancake dengan tampilan menarik dan rasa yang lezat tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini, saya ingin mencoba nikmatnya pancake di Pan-O, setelah sebelumnya saya pernah mencicipi pancake di Pancious Pacific Place SCBD. Sore itu, seorang rekan kantor mengajak kami semua teman sekantornya makan di Pan-O sebagai farewell dinner karena dia memutuskan resign dari kantor. Ketika itu saya membayangkan pancake yang tebal dan mengenyangkan (saya bukan fans pancake), sehigga saya sedikit ogah-ogahan memilih menu kala itu dan hanya mencari yang kira-kira ringan, takut eneg. Setelah cukup lama membuka-buka buku menu, membolak-baliknya, akhirnya saya memilih sajian pancake kategori desert, alias hidangan penutup. Saya memilih choco roll, dari gambarnya di buku menu itu terlihat tipis dan tidak berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya waiter datang membawa pesanan saya. Hmmm&#8230; saya suka presentasinya. Tampilan pancake digulung dipotong dua, ditemani satu scoop es krim rasa coklat, kemudian dihiasi chocolate syrup dan taburan kacang yang dicincang kasar. Menarik. Membuat saya yang tidak suka pancake, jadi pengen mencobanya segera.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-192" title="Choco Roll Pan-O" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/08/Photo2008-12-23_17-18-45-300x199.jpg" alt="Choco Roll Pan-O" width="300" height="199" />Saya lalu mengirisnya dan memasukkannya ke dalam mulut saya. Hmmmm&#8230; lembut. Pancakenya memang tipis dan digulung. Di dalamnya terasa ada coklat manis dan kacang, lezat. Es krim yang menemani pancake ini membuat keseluruhan package menjadi seger dan memang pas untuk desert. Bayangan tentang pancake yang tebal, berasa tepung dan mengenyangkan itupun sirna, thanks to choco roll.</p>
<p style="text-align: justify;">So, bagi yang pengen mencoba pancake yang ringan tapi pas di mulut, choco roll bisa jadi pilihan. Coba saja di Pan-O, bisa di FX atau di Pacific Place. Makan Yuk !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/buat-pecinta-pancake/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk ke Canteen..!!</title>
		<link>http://mariosatrio.com/yuk-ke-canteen/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/yuk-ke-canteen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 15:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda kebetulan lapar dan ingin makan, tapi pengen juga sehabis makan anda bisa nongkrong dan duduk berlama-lama sambil ngobrol atau membicarakan bisnis, berarti anda butuh lebih dari sekedar makanan enak tapi juga tempat yang &#8216;cozy&#8217; (nyaman dan bikin betah). Jika kedua syarat itu yang anda harus penuhi, mungkin tempat yang akan saya ceritakan berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kalau anda kebetulan lapar dan ingin makan, tapi pengen juga sehabis makan anda bisa nongkrong dan duduk berlama-lama sambil ngobrol atau membicarakan bisnis, berarti anda butuh lebih dari sekedar makanan enak tapi juga tempat yang &#8216;cozy&#8217; (nyaman dan bikin betah). Jika kedua syarat itu yang anda harus penuhi, mungkin tempat yang akan saya ceritakan berikut ini bisa jadi pilihan bagi anda.</p>
<p style="text-align: justify;">It&#8217;s Canteen. Terletak di lantai 4 Pacific Place Mall Jakarta Selatan, Canteen hadir menemani Toko Buku aksara yang pasti sudah anda kenal. Konsep perpaduan antara buku dan makanan disajikan dengan sangat apik sehingga bagi siapa saja yang membeli buku pasti tergoda untuk melongok ke dalam Canteen untuk duduk sesaat menikmati kopi atau teh. Canteen memang berada di samping Aksara namun seolah menjadi bagian yang tidak terpisah darinya karena pengunjung tinggal belok kanan untuk buku dan belok kiri untuk makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Cateen didisain dengan model urban cafe yag menonjolkan simplicity dari blok-blok beton dan kayu dihiasi lampu-lampu model tahun 80-an. Kursi dan meja kayu yang simple juga satu-dua sofa di bagian kanan ditemani beberapa kursi dengan model yang berbeda seolah ingin menampilkan gaya modern yang menonjolkan &#8216;ketidakteraturan&#8217;. Beberapa botol wine ditaruh untuk memberi suasana bagi meja-meja agar tak kelihatan kosong. Tergantung di dinding, adalah sebuah papan (mirip papan tulis) yang bertuliskan menu-menu unggulan yang ditulis dengan kapur memperkuat suasana santai.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu saya ke Canteen untuk kesekian kalinya, dan yang saya pesan seperti biasa adalah barley mixed tea. Teh ini bagi saya sangat unik karena menghadirkan teh dengan rasa sedikit rempah yang hangat dan wangi. Untuk makannya, saya memesan chicken roll. Chicken roll adalah sajian mirip kebab yang berisi potongan daging ayam yang dicampur sayuran dan mayonaise, digulung dalam roti tipis ala mexico (saya lupa namanya)  dan ditemani french fries yang renyah. Rasanya.. mungkin lebih tepat dibilang rasanya segar. Daging ayam bercampur sayuran dan mayonaise memang terasa segar di mulut jadinya pas dan tidak eneg. Bersama dengan french fries, chicken roll ini jadi pas untuk memuaskan rasa lapar namun tidak sampai kekenyangan. Overall : chicken roll dan barley mixed tea : bisa menjadi &#8216;I will be back&#8217; experience buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain chicken roll yang saya makan, Canteen punya banyak pilihan makanan dan minuman. Mushroom Pizza bisa jadi pilihan sharing menu ketika anda sedang berdua dan tidak ingin makan banyak. Menu lain seperti western food dan beberapa chinese food, soup dan desert yang menarik saya yakin bisa memuaskan anda. Dan bagi anda yang ingin menikmati minuman beralkohol, Canteen juga menyediakan berbagai pilihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk ukuran cafe, saya beri angka 8 buat Canteen, dari makanan, minuman sampai pelayanan para waiter dan waitress yang memang sangat ramah dan cekatan. So, tunggu apalagi? Bagi anda yang belum mengunjungi Canteen Aksara di Pacific Place lantai 4, segera ajak rekan bisnis anda untuk lunch meeting di situ atau untuk sekedar ngobrol. Dijamin, pasti betah lama. Makan Yuk !!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-large wp-image-186" title="Chicken Roll at Canteen" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/07/Photo2008-12-19_10-58-441-1024x680.jpg" alt="Chicken Roll at Canteen" width="491" height="326" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/yuk-ke-canteen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patin Bakar Cipete : Joss !!</title>
		<link>http://mariosatrio.com/patin-bakar-cipete-joss/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/patin-bakar-cipete-joss/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 07:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum saya hijrah ke Jakarta, saya kurang mengenal ikan yang namanya Ikan Patin itu, dan saya baru tahu tentang ikan patin setelah saya di Jakarta dan kebetulan di kantin kantor ada yang menjajakan patin bakar yang cukup &#8216;nendang&#8217;. Setelah itu saya jadi sering melihat beberapa kedai makan kaki lima menawarkan ikan patin sebagai teman makan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebelum saya hijrah ke Jakarta, saya kurang mengenal ikan yang namanya Ikan Patin itu, dan saya baru tahu tentang ikan patin setelah saya di Jakarta dan kebetulan di kantin kantor ada yang menjajakan patin bakar yang cukup &#8216;nendang&#8217;. Setelah itu saya jadi sering melihat beberapa kedai makan kaki lima menawarkan ikan patin sebagai teman makan, biasanya makan malam. Melalui televisi dan dari sebuah perjalanan ke Bangkok saya jdi makin tahu banyak tentang ikan ini. Di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, pengembakbiakan ikan patin makin banyak di tambak-tambak untuk memasok kebutuhan kota besar termasuk Jakarta. Di Bangkok, ketika saya menyusuri Sungai Chao Praya, di salah satu tepinya terdapat sebuah kuil atau vihara yang sangat dihormati rakyat Thailand dan tepat di depan kuil itu, ikan patin sebesar ukuran paha orang dewasa sangat banyak dan dilarang untuk diambil atau dimakan. Menurut cerita tourguide kami, bagi mereka yang berdoa di kuil ini dan memperoleh apa yang diinginkannya, maka dia akan memberikan makanan kepada ikan patin tersebut sebagai wujud syukurnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, lalu dimanakah kira-kira kita bisa menikmati ikan patin yang paling enak? Jawabannya ada di cerita saya berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu malam, teman sekantor mengajak saya ke daerah Cipete Raya ( dari arah blok M, Fatmawati, di depan D-Best ke kiri). Sekitar 100 meter dari ujung jalan, tepatnya di depan Restoran Bumbu Desa, ada sebuah kedai makan. Kalau dari luar, kedai ini seolah memang bukan kedai. Tidak ada papan nama yang kelihatan, kursi-kursi dibiarkan sedikit tak teratur, kanopi depan dari terpal yang sudah hampir robek. Awalnya saya ragu, tapi teman saya bilang bahwa ikan patin di sini adalah yang paling enak. Kami pun memesan patin bakar ukuran 1,5 kilogram plus tempe penyet dan tumis kangkung.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup lama kami menunggu dan akhirnya sang patin bakar datang juga. <em>First impression</em> : saya suka cara membakarnya, rata dan hampir gosong. Sambal yang menemani adalah sambal cair lembut berwarna hijau muda. Tak sabar saya langsung mencicipi daging ikan patin yang sangat menggoda ini, dan&#8230;. Wow !!! Komentar saya : Sinting !! Patin bakar ini sangat enak! Teman saya ternyata tak bohong. Daging patin yang empuk dan seikit berlemak disajikan dengan bumbu bakaran yang sangat eksotik. Ada rasa rempahnya, ada pedasnya, ada rasa black peppernya dan manis dari kecapnya. Sungguh paduan rasa yang sangat nikmat untuk makan malam saya waktu itu. Lalu saya mencoba memakannya dengan &#8217;sambal ijo&#8217; yang tersedia. Ternyata sambalnya tak kalah unik. Karena cair, sambal ini segar tapi nendang banget pedasnya. Mungkin sambalnya diblender, karena sangat lembut, tapi yang terpenting memang paduan ramuan yang membuatnya yang terasa unik.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-184" title="Ikan Patin Bakar Cipete" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/07/IMG00142-20090315-18243-300x225.jpg" alt="Ikan Patin Bakar Cipete" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya sempat bertemu dengan ownernya dan iseng saya bertanya apa bumbunya. Meski merahasiakannya, namun dia sempat men-share bahwa pencarian bumbu bakarnya itu memakan waktu lebih dari 3 tahun, tak heran kalau memang hasilnya enak. Pokoknya Ikan Patin Bakar Cipete telah menjadi top reccomendation saya untuk saat ini bagi siapa saja yang pengen makan ikan. Mereka buka dari jam 10 pagi sampai malam banget. Makan Yuk !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/patin-bakar-cipete-joss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mangut Ikan Pe Mbak Endang</title>
		<link>http://mariosatrio.com/mangut-ikan-pe-mbak-endang/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/mangut-ikan-pe-mbak-endang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 06:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya kalau malam hari, saya memilih tidak makan, atau kalaupun makan, saya mencari makanan yang ada di dekat rumah saya. Malam itu, saya lupa dari mana, tapi saya sedang naik taksi melewati jalan Tendean dan belok ke kiri ke jalan Wijaya. Sekilas saya meilhat sebuah papan nama cukup besar di kanan jalan berbunyi : Rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Biasanya kalau malam hari, saya memilih tidak makan, atau kalaupun makan, saya mencari makanan yang ada di dekat rumah saya. Malam itu, saya lupa dari mana, tapi saya sedang naik taksi melewati jalan Tendean dan belok ke kiri ke jalan Wijaya. Sekilas saya meilhat sebuah papan nama cukup besar di kanan jalan berbunyi : Rumah Makan Ny. Endang, Masakan Rumah. Langsung saya minta taksi berhenti karena rasa ingin tahu saya tak tahan ingin mencoba makanan di tempat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di sana, saya masuk melewati pintu berwarna putih, pintu model rumah masa lampau yang berkaca dan berhiaskan semacam teralis dari besi. Suasana di dalam tenang dan seolah saya sedang berada di ruang makan sebuah rumah biasa. Beberapa hiasan kayu dan gentong tanah liat menghiasi ingin menghadirkan suasana homy bagi siapapun yang datang. Di setiap meja, di bawah kaca, terpampang foto-foto hampir semua menu yang disajikan di rumah makan ini. Dari bestik jawa, tahu gimbal semarang, nasi langgi, lontong cap gomeh dan banyak lagi masakan jawa, kira-kira gaya semarang. Waitress dateng menanyakan ingin memesan apa, dan seperti biasa saya langsung bertanya : spesialnya apa? Dengan cekatan ia menjawab : Mangut Ikan Pe Panggang Pak, saya kemudian mengiyakan pesanan itu karena <em>curious </em>seperti apa rasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal mangut ikan pe, beberapa tahun yang lalu, mungkin 5-6 tahun yang lalu, seorang teman pernah membawa masakan yang waktu itu baru bagi saya. Masakan itu dibawanya langsung dari Semarang dan namanya Mangut Ikan Pe. Lalu saya bertanya ikan pe itu ikan apa? Saya akhirnya baru tahu pada saat itu bahwa yang dimaksud Ikan Pe adalah singkatan dari ikan pari.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke malam itu, sang waitress akhirnya datang lagi membawa sebuah mangkuk ukuran sedang, dan didalamnya tersaji mangut yang saya minta. Mangut ikan Pe adalah sajian berbasis ikan yang menggunakan santan cukup kental sebagai kuahnya. Melihat potongan-potongan ikannya, terlihat bahwa ikan ini dibakar / dipanggang terlebih dahulu sehingga terlihat ada bagian yang gosong. Beberapa potong ikan pari ini disajikan bersama beberapa potong tahu dan digarnis dengan daun kemangi dan irusan ketimun. Kini saatnya bagi saya untuk mencicipinya.. jeng.. jeng&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mulai memotong daging ikannya dan mencicipinya bersama kuahnya. Hmmmm&#8230; Rasanya lengkap ! Santan gurih, mantab dan cenderung pedas, daging ikan yang empuk, dan yang khas bagi saya adalah rasa ikan yang unik serta aroma &#8217;sangit&#8217; (aroma gosong) dari panggangan ikan pari yang membuatnya gosong di sana sini. Dengan nasi hangat saaya mulai makan degan lahap sepotong demi sepotong ikan pari itu, nikmat. Ternyata memang benar kata beberapa teman bahwa Mangut Ikan Pe di RM. Ny Endang memang tidak ada duanya. Meski saya tak mampu menghabiskan seluruhnya, karena memang berlebih untuk satu orang, namun saya sangat puas malam itu karena selain mampu mengusir rasa lapar, Mangut Ikan Pe Ny Endang punya cita rasa tersendiri yang khas dan istimewa bagi saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sajian khas Semarang ini mungkin jarang kita temui di tempat lain di Jakarta, jadi jujur pengalaman malam itu cukup memperkaya &#8216;bank data&#8217; saya tentang makanan. Selamat mencobanya ya. Makan Yuk !!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-172" title="Mangut Ikan Pe Panggang" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/07/Mangut-Ikan-Pe-Panggang.jpg" alt="Mangut Ikan Pe Panggang" width="491" height="369" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/mangut-ikan-pe-mbak-endang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kyai Slamet, Kerbau bule?</title>
		<link>http://mariosatrio.com/kyai-slamet-kerbau-bule/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/kyai-slamet-kerbau-bule/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 16:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Komunika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman bertanya kepada saya perihal kerbau albino yang dia lihat di Alun-alun Selatan Kraton Surakarta, tentang asal-usulnya dan maknanya bagi warga Solo khususnya bagi Kraton. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan itu sejauh yang saya dengar, baik dari masyarakat maupun dari pihak kraton. Kurang lebih asal usul sang kerbau adalah sebagai berikut.
Tak berbeda waktunya dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang teman bertanya kepada saya perihal kerbau albino yang dia lihat di Alun-alun Selatan Kraton Surakarta, tentang asal-usulnya dan maknanya bagi warga Solo khususnya bagi Kraton. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan itu sejauh yang saya dengar, baik dari masyarakat maupun dari pihak kraton. Kurang lebih asal usul sang kerbau adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak berbeda waktunya dari cerita sebelumnya (baca postingan berjudul : Solo atau Surakarta?), yaitu pada masa Pemerintahan Pakoe Boewono II, jaman Kraton Kartasura di sekitar abad ke 17, diceritakan bahwa di kerajaan terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Pangeran Mangkubumi yang membuat &#8217;sinuwun&#8217; harus melarikan diri ke Ponorogo. Di Ponorogo beliau ditampung oleh Bupati Ponorogodan berdiam di sana untuk beberapa saat hingga pemberontakan berakhir. Pada masa pelariannya di Ponorogo, Sang Raja Kartasura itu memperoleh petunjuk gaib bahwa pusaka Kyai Slamet harus &#8216;direkso&#8217; atau dijaga oleh sepasang &#8216;kebo bule&#8217; atau kerbau albino jika ingin kerajaan aman sentausa dan langgeng. Kuasa Tuhan yang luar biasa pada saat itu, seolah gayung bersambut, Sang Bupati Ponorogo tiba-tiba ingin menunjukkan bhaktinya kepada rajanya dengan mempersembahkan sepasang &#8216;kebo bule&#8217; kepada sinuwun, tepat disaat beliau membutuhkannya. Kebo bule atau kerbau albino pada masa itu (mungkin juga pada masa sekarang) adalah kerbau yang sangat jarang ditemui dan dimiliki orang kebanyakan dan merupakan hewan piaraan bernilai tinggi. Maka sinuwun Pakue Boewono II menerima dengan baik &#8216;pisungsung&#8217; (persembahan) sang bupati dan berterimakasih atas persembahan yang sangat sesuai dengan kebutuhannya. Sinuwun membawa sepasang kerbau bule itu kembali ke Kraton Kartasura setelah pemberontakan usai dan hingga kerajaan berpindah tempat ke Desa Sala dan berganti nama menjadi Kraton Surakarta Hadiningrat.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara turun temurun kerbau bule terus bertindak sebagai penjaga pusaka Kyai Slamet hingga masyarakat luas menyebut kerbau itu sebagai Kerbau Kyai Slamet. Menurut penuturan KRT Kalinggo Honggopuro, humas Kraton Surakarta, sebetulnya Kyai Slamet bukanlah nama kerbau. Kerbau Kyai Slamet berarti kerbau yang menjaga Kyai Slamet, sedangkan Kyai Slamet itu sendiri adalah sebuah pusaka yang tak kasat mata yang hanya Sang Raja yang tahu dan bagi rakyat kebanyakan pusaka Kyai Slamet adalah tetap misteri sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menyebut sang kerbau saja sebagai Kyai Slamet. Hingga kini kerbau Kyai Slamet telah beranak pinak dan tetap dihormati dan disebut sebagai kerbau bule Kyai Slamet.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap peringatan 1 Suro (Tahun Baru Hijriah 1 Muharam), Kraton selalu menyelenggarakan acara Kirab Pusaka Kraton dimana beberapa pusaka kraton di&#8217;kirab&#8217; atau diarak keliling keraton dengan maksud sebagai penolak bala agar kraton dan rakyat jauh dari mara bahaya dan selalu diberi keselamatan. Kerbau Kyai Slamet memegang peranan penting di setiap kirab pusaka, karena sang kerbau yang kini berjumlah sekitar 7 ekor menjadi &#8216;cucuk lampah&#8217; atau pembuka jalan bagi iring-iringan kirab. Bahkan konon, di masa lalu kerbau Kyai Slamet adalah sang penentu waktu, kapan waktu yang tepat Kirab Pusaka ini mulai berjalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak cerita seputar kerbau albino Kyai Slamet ini. Banyak saksi mata yang bilang bahwa sang kerbau suka sekali berkelana ke mana-mana, maksudnya tidak hanya di Solo tapi banyak yang bilang kalau sang kerbau yang diyakini sakti ini terlihat di berbagai tempat di Jawa Tengah seperti di Demak, Kudus dan berbagai tempat lainnya. Tidak ada yang berani menghalau sang kerbau karena mereka merasa senang &#8216;dikunjungi&#8217; makhluk bertuah itu. Menariknya, setiap kali menjelang 1 Suro, sang kerbau selalu kembali ke Alun-alun Selatan Kraton, tempat dia biasa merumput. Di saat kirab pun sang kerbau tak pernah lepas dari fenomena menarik. Yang pertama adalah kesukaan sang kyai untuk minum kopi dan makan telur mentah sebelum kirab dimulai. Jika di perjalanan kirab Kyai Slamet membuang kotoran (maaf), banyak penonton akan langsung berebut kotorannya dan menyimpannya. Untuk apa? Masyarakat desa di sekitar Solo masih sangat percaya bahwa kotoran Sang Kyai bisa menyuburkan tanah pertaniannya dan menjauhkannya dari kegagalan panen.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-164" title="Kyai Slamet" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/07/Kyai-Slamet.jpg" alt="Kyai Slamet" width="400" height="267" /></p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah, Kyai Slamet adalah legenda hidup yang punya peran penting bagi masyarakat Solo untuk memperkaya khasanah budaya warisan masa lalu. Jika anda ingin melihatnya, datang saja ke Kota Solo saat malam 1 Suro dan bersama ribuan warga solo mengikuti jalannya Kirab Pusaka yang selalu diawali oleh hadirnya sang kerbau bule. Semoga penjelasan saya cukup jelas.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-165" title="Kirab 1 Suro" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/07/Kirab-1-Suro.jpg" alt="Kirab 1 Suro" width="450" height="331" />photo courtesy detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/kyai-slamet-kerbau-bule/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gurihnya Lontong Medan&#8230;</title>
		<link>http://mariosatrio.com/gurihnya-lontong-medan/</link>
		<comments>http://mariosatrio.com/gurihnya-lontong-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mario</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariosatrio.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[
Kali ini langkah kaki membawa saya ke daerah Kelapa Gading, daerah di Jakarta yang sangat jarang saya sambangi karena memang lokasinya yang cukup jauh dari tempat saya tinggal di Kebayoran. Seorang teman telah mengundang saya melalui blackberry messengernya untuk datang di kedai makan yang baru dia buka di Mall Kelapa Gading 5. Setelah lebih dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kali ini langkah kaki membawa saya ke daerah Kelapa Gading, daerah di Jakarta yang sangat jarang saya sambangi karena memang lokasinya yang cukup jauh dari tempat saya tinggal di Kebayoran. Seorang teman telah mengundang saya melalui blackberry messengernya untuk datang di kedai makan yang baru dia buka di Mall Kelapa Gading 5. Setelah lebih dari satu jam perjalanan, akhirnya saya sampai dan karena sudah lama saya tidak mengunjungi pusat perbelanjaan itu saya pun mencari-cari tempat yang dimaksud teman saya dengan bertanya ke sana kemari. Akhirnya saya sampai di food court Eat &amp; Eat Adventure, kalau tidak salah itu namanya, yang berada di lantai 3 Mall Kelapa Gading 5 dan teman saya membuka kedai makannya di salah satu stand di situ.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau boleh saya bercerita sedikit tentang area food court ini, bisa dibilang area ini di-disain secara khusus yang bagi saya sangat menarik. Konsep ‘chinatown’ di masa lalu bercampur budaya lokal (Indonesia) disajikan dengan sangat detail baik dari pilihan bentuk furnitur yang semuanya dari kayu sampai ‘aksesoris’ yang menemaninya. Berbagai perabot yang dipakai di masa lalu dipajang hampir di setiap sudut-sudut stand-stand makanan yang ada dan jika kita mendongak sedikit ke atas, bolam lampu-lampu dipasang seperti pasar malam tempo dulu ditambah hiasan anyaman bambu yang digantung dengan berbagai ukuran, hiasan ini cukup membuat saya tertegun. Puluhan jenis makanan disajikan di food court ini, sekilas memang lebih banyak makanan Indonesia seperti Gudeg Jogja, bebek goreng, empal gentong, es doger, es durian, pisang hijau dan masih banyak lagi lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya tiba di lokasi kedai milik teman saya, lokasinya sedikit di pojok area itu. “Lontong Medan Ny. Tien”. Hmmmm&#8230; dalam hati saya langsung bertanya, bagaimanakah rasanya? Terus terang saya belum pernah mencicipi lontong medan. Agar saya betul-betul merasakan lontong medan secara penuh, maka saya memesan Lontong Medan Komplit seraya menunggu teman saya si empunya kedai yang belum datang. Lontong Medan Komplit sudah tersaji di hadapan saya, saya amati cukup seksama sebelum masuk ke mulut saya. Beberapa potongan lontong diguyur dengan kuah santan kekuningan (sedikit kemerahan), dihiasi telur berlumur sambal merah dan sepotong rendang (sangat mirip dengan telur pedas dan rendang Padang). Yang menarik adalah taburan di atasnya. Ada tempe kering (seperti di nasi uduk), sayur buncis diiris tipis-tipis dan yang khas tentunya adalah taburan teri medan yang digoreng. Sudah saya duga bahwa pasti hidangan Sumatera tidak akan jauh dari saantan, maka saya langsung mencicipi santannya yang terlihat sangat kental. Begitu sampai di lidah, hmmm.. amazing.. ternyata rasanya tak seberat perkiraan saya, mantab tapi ringan. Saya mulai makan sesendok demi sesendok dan mencoba menikmati tiap bagian dari lontong medan itu, lontongnya, tempe dan terinya, telur pedas dan juga daging rendang yang empuk, nikmat rasanya. Kalau boleh saya berkomentar, bumbunya jelas dan mantap, pedasnya pas, dan yang unik adalah paduan santan yang gurih dengan teri medan yang renyah, wah&#8230; unpresedented! Awalnya saya berpikir bahwa saya tidak akan menghabiskan lontong medan ini karena saya biasanya tidak begitu kuat makan dengan santan yang cukup kental, namun lezatnya Lontong Medan Ny. Tien ini membuat saya menghabiskannya hingga tetes kuah terakhir, memang sungguh delicioso!</p>
<p style="text-align: justify;">Usai makan akhirnya sang pemilik datang juga, Fazikka Ibrahim, seorang teman yang asli Aceh dan punya hobby yang sama dengan saya : jalan dan makan. Saya sampaikan salut saya untuk idenya membuka stand lontong medan di mall ini dan saya sampaikan kepadanya komentar saya soal lezatnya lontong medan miliknya. Saya dengarkan cerita dia tentang suka dukanya men-set up kedainya dalam kurun waktu yang sangat singkat, hanya tiga minggu, dan saya yakin bahwa dia masih punya ide-ide yang sangat banyak untuk mengembangkan usaha makanannya.</p>
<div id="attachment_159" class="wp-caption aligncenter" style="width: 596px"><img class="size-full wp-image-159 " title="Lontong Medan Ny Tien" src="http://mariosatrio.com/wp-content/uploads/2009/07/Lontong-Medan-Ny-Tien1.jpg" alt="Penulis dan Si Owner.. Insert : Lontong Medan komplit" width="586" height="395" /><p class="wp-caption-text">Penulis dan Si Owner.. Insert : Lontong Medan komplit</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mengakhiri ulasan ini, saya ucapkan selamat buat teman saya untuk usaha barunya, Lontong Medan Ny. Tien terbukti memang lezat dan nikmat. Dan bagi anda yang sering nongkrong di Kelapa Gading atau ingin menikmati gurihnya Lontong Medan yang dijamin tidak mengecewakan, kunjungi kedai Lontong Medan Ny. Tien di Eat &amp; Eat Adventure di Kelapa Gading Mall 5 lantai 3. Makan Yuk !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariosatrio.com/gurihnya-lontong-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
